Zero Waste Untuk Hidup yang Lebih Baik
Tren Zero Waste Perlahan Menyembuhkan Bumi
Bandung – Waktu terus berjalan, dunia semakin bergerak memperbarui dirinya. Peradaban manusia semakin berkembang. Eksploitasi bumi terjadi dimana – mana. Mesin dan uap terus menggali potensi yang ada. Sampah dan limbah menyelimuti separuh dunia. Manusia harus berhenti dan mulai melihat keadaan sekitar.
Isu mengenai masalah lingkungan semakin gencar diberitakan. Permasalahan sampah menumpuk, limbah pabrik mengotori lingkungan, polusi bertebaran di udara, dan masih banyak masalah lainnya. Yang terparah, kerusakan lingkungan demi meraup keuntungan sudah biasa dilakukan. Banyak lahan hijau yang mulai rusak oleh korporat – korporat tak bertanggung jawab. Bumi dikeruk habis tanpa ada pertimbangan. Lautan ditumpahi limbah dan menjadi pembuangan akhir sampah. Flora dan fauna terancam keberadaannya. Manusia harus mulai memperbaiki dari mana?
Permasalahan mengenai lingkungan tentu bukan hal yang sepele. Sudah banyak sebagian masyarakat yang mulai sadar dan mulai berbuat sesuatu untuk mengatasinya. Mereka semua peduli dan mulai merasa resah tentang keadaan ini. Jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin kehancuran terjadi dalam waktu dekat.
Manusia yang peduli terhadap lingkungan mulai bergerak dan menyampaikan pesan – pesan kegentingan pada masyarakat. Mulai banyak pergerakan – pergerakan mengenai isu lingkungan. Yang terdekat ialah penerapan gaya hidup zero waste oleh masyarakat. Gaya hidup zero waste berarti mencoba mengurangi sedikit mungkin pemakaian barang – barang yang berpotensi menjadi sampah. Mulai menggunakan barang – barang yang tidak sekali pakai dan memanfaatkan barang – barang bekas yang masih memiliki nilai guna. Langkah kecil seperti ini akan berdampak besar jika semua manusia mulai menerapkannya sejak dini.
Kampanye mengenai gaya hidup ini sudah mulai disebarkan ke masyarakat. Perkembangan zaman dimanfaatkan dengan sangat baik. Teknologi komunikasi dan informasi yang sudah maju membuat masyarakat dengan sangat mudah menyebarluaskan pesan – pesannya. Keadaan lingkungan yang sangat meresahkan jadi alasan bagi masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup zero waste.
Salah satu akun yang turut aktif bernama Malesnyampah. Akun ini berdiri sejak awal tahun 2019 dan pada awalnya akun ini bernama malesnaikgunung. Kampanye - kampanye soal lingkungan disampaikan oleh akun yang bermarkas di Jatinangor ini.
“Awalnya saya merasa resah karena banyaknya sampah yang ada di gunung. Sikap konsumerisme masyarakat yang berdampak pada produksi sampah besar - besaran. Miris melihat tempat pembuangan umum di Indonesia.” Tutur pemilik akun Malesnyampah mengenai alasannya ikut aktif berkampanye, Minggu, 1 Maret 2020. Ia juga menambahkan alasan lainnya, yaitu penggunaan single use plastic meningkat, komoditas bisnis lingkungan di Indonesia sebabkan kesenjangan ekonomi, serta melawan korporat perusak alam.
Akun Malesnyampah menyampaikan pesan - pesannya dengan cara yang kreatif. Akun ini membuat gambar - gambar kreatif yang bertema tentang isu lingkungan kekinian. Pengikutnya yang sudah cukup banyak mengantarkan akun ini menjadi salah satu influencer bagi masyarakat untuk mulai peduli terhadap lingkungan.
Akun – akun pegiat lingkungan kampanye di segala platform media. Gerakan – gerakan masyarakat terlihat nyata memperjuangkan lingkungannya. Ada banyak cara untuk menerapkan gaya hidup zero waste ini. Mengurangi penggunaan kantong plastik dan mulai menggunakan kantong bawaan yang tidak sekali pakai dan ramah lingkungan. Mulai membawa botol minum dan tempat makan sendiri jika berpergian kemana – mana. Kemudian yang sedang tren saat ini ialah penggunaan sedotan yang ramah lingkungan. Sedotan tidak sekali pakai yang terbuat dari bahan bambu dan besi.
Gaya hidup seperti di atas selain untuk menjaga lingkungan, dapat juga menghemat pengeluaran – pengeluaran. Kemudian memastikan bahwa tempat makan dan minum kita steril karena dipersiapkan sendiri. Jika gaya hidup itu diterapkan sejak dini, bukan tidak mungkin lingkungan akan kembali asri dan ekosistem dapat kembali berjalan dengan baik.
Gaya hidup zero waste mulai diperkenalkan oleh influencer – influencer ternama yang dapat memengaruhi masyarakat luas. Zero waste harus mulai diajarkan kepada anak – anak penerus bangsa. Generasi penerus harus mulai diajarkan untuk peduli dan menjaga lingkungan.
Tidak hanya masyarakat yang mulai menunjukkan aksinya. Pemerintah pun mulai turut andil memperbaiki lingkungan. Salah satu contohnya ialah pemerintah kota Bandung. Pemerintah kota Bandung mengeluarkan peraturan Wali Kota mengenai pengurangan penggunaan kantong plastik. Peraturan ini di atur oleh peraturan Wali kota Nomor 37 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, sebagai petunjuk teknis dan pedoman dalam upaya pengurangan penggunaan kantong plastik secara terukur di Kota Bandung.
Pemerintah kota Bandung akan mewajibkan seluruh penyedia dan pelaku usaha untuk tidak memberikan kantong plastik secara gratis dan wajib mengurangi persediaan kantong plastik secara bertahap hingga mencapai 100% di tahun 2025.
Menurut Data.Bandung.go.id kawasan penghasil sampah terbesar adalah kawasan pemukiman dan diikuti dengan pasar sebagai kawasan perdagangan. Membatasi pelaku usaha dalam menyediakan pengurangan plastik adalah hal yang tepat. Dengan begitu para pembeli akan mulai terbiasa membawa kantong belanja sendiri dan mengurangi sebanyak mungkin penggunaan plastik.
Pemerintah kota Bandung juga memperkenalkan programnya mengenai pengelolaan sampah, yaitu Kang Pisman (kurangi, pisahkan, manfaatkan). Program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah pada pembuangan akhir. Banyak barang – barang yang masih bisa dimanfaatkan kembali penggunaannya. Pemerintah kota Bandung mulai gencar memperkenalkan program ini pada masyarakat.
Selain pemerintah dan masyarakat, pelaku usaha di kota Bandung juga mulai menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan. Sudah mulai bermunculan kafe – kafe atau restoran ternama yang sudah tidak menyediakan sedotan pagi pembelinya. Bahkan, ada juga restoran yang mulai menjual sedotan ramah lingkungan. Kampanye mengenai lingkungan itu harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Semua harus bergerak untuk mengembalikan bumi pada keadaan aslinya. Asri, bersih, sejuk, dan nyaman ditinggali oleh seluruh mahluk hidup.
Sebenarnya sudah banyak kota lain yang mengambil langkah duluan dalam isu lingkungan ini. Bandung perlahan mulai sadar dan bergerak untuk menumpas masalah lingkungan. Pemerintah kota Bandung dan seluruh penghuninya harus mulai bekerja sama secara aktif dalam menanggulangi permasalahan ini. Semoga kota – kota lain dapat terinspirasi dan mulai mengambil langkah untuk menunjukkan kepeduliannya pada bumi.
Tren positif mengenai gaya hidup zero waste ini harus mulai disebarluaskan dan diaplikasikan oleh seluruh kalangan masyarakat. Kita semua dapat memulainya dengan langkah yang sangat sederhana. Berawal dari kita, mereka, sampai ke seluruh dunia. Bumi ini tanggung jawab bersama. Cintai bumi sama dengan cintai diri sendiri. Salam lestari!
Komentar
Posting Komentar